Ada banyak hal menarik yang terjadi 11 tahun lalu. Untuk para peminat teknologi, salah satunya adalah peluncuran perdana iPhone 3GS dari Apple; dan untuk para pemain game muda—dan pemain game yang masih berjiwa muda—mereka menyaksikan perilisan video game Plants vs. Zombies. Akan tetapi, bagi orang-orang di bidang teknologi finansial, mereka menyaksikan awal mula suatu gagasan yang kelak menjadi inovasi baru bernama Bitcoin.

Lantas, apa yang dimaksud dengan Bitcoin dan bagaimana cara kerjanya? Berikut adalah panduan seluk-beluk Bitcoin bagi yang belum mengetahuinya. Ayo mulai!

Inti dari Bitcoin

Apa itu Bitcoin? Bitcoin (BTC) adalah mata uang kripto terkemuka yang populer di pasar sejak tahun 2009 dari segi harga dan kapitalisasi pasar. Ini adalah jenis uang baru yang dikembangkan dan diperkenalkan oleh individu misterius bernama Satoshi Nakamoto—yang bisa jadi hanya satu orang atau sekelompok ahli kripto. Hingga hari ini, tidak ada yang mengetahui secara pasti siapa yang membuat Bitcoin.

Pada saat penulisan, harga BTC mencapai lebih dari 10.000 USD, dengan kapitalisasi pasar hingga lebih dari 188 juta USD. Mata uang BTC memiliki batas suplai sebanyak 21 juta, dengan jumlah yang beredar saat ini mencapai 18 juta BTC.

Satu Bitcoin dapat dipecah hingga delapan angka di belakang koma, sehingga siapa pun dapat membeli pecahannya. Dengan kata lain, Anda tidak perlu membeli satu Bitcoin utuh! Tetapi jika Anda sanggup membelinya, tidak masalah. Satuan terkecilnya dinamai Satoshi, sama seperti nama pembuatnya yang misterius. Satu satoshi setara dengan 0,00000001 BTC, atau kurang lebih senilai 0,00010 USD.

Bagaimana cara kerjanya?

Pertanyaan yang mungkin Anda pikirkan adalah, “Bagaimana cara kerja Bitcoin?” Prosesnya mungkin terdengar sulit bagi sebagian orang, tetapi sebetulnya tidak serumit yang Anda kira. 

Teknologi blockchain

Sebagai mata uang digital, BTC didukung oleh teknologi baru yang andal bernama blockchain. Ini adalah buku besar bersama yang mencatat semua transaksi Bitcoin yang terkonfirmasi. Blockchain sama seperti buku tabungan Anda dari bank tradisional, yang berfungsi untuk mencatat serta memantau saldo rekening dan transaksi Anda.

Perbedaannya utamanya adalah, transaksi di blockchain Bitcoin dapat dilihat dan diakses oleh siapa saja yang berada di jaringannya. Buku besar ini menjadi sarana untuk mengupayakan transparansi tingkat tinggi, karena siapa pun yang berada di jaringannya dapat melihat sumber transaksi BTC beserta alamat tujuannya. Cukup hebat, bukan?

Fakta ini mematahkan kesalahpahaman umum bahwa Bitcoin sepenuhnya bersifat anonim. Meskipun informasi yang berkaitan tentang transaksi dan pihak-pihak yang terlibat tetap disimpan dan dilindungi kerahasiaannya, orang lain masih tetap dapat melihat bahwa ada seseorang di jaringan yang mengirimkan mata uang dalam jumlah tertentu ke orang lain, tanpa mengetahui identitasnya secara rinci. 

Guna menjaga agar transaksi (kami akan membahasnya nanti) tidak ditautkan ke pemilik tertentu, model privasi Bitcoin menggunakan pasangan kunci baru. Akan tetapi, dikarenakan banyaknya jumlah transaksi yang ada di jaringan, penautan terkadang menjadi tidak terhindarkan dan dapat mengungkapkan bahwa suatu input atau transaksi dimiliki serta dibuat oleh pemilik yang sama.

Dokumen resmi Bitcoin menyatakan, “Risikonya adalah jika pemilik kunci terungkap, maka penautan akan dapat mengungkapkan transaksi lain yang dimiliki oleh pemilik yang sama.” Dengan demikian, kita dapat berasumsi bahwa Bitcoin tidak bersifat anonim, melainkan pseudonim

Fakta penting lainnya tentang jaringannya adalah sifatnya yang terdesentralisasi. Tidak seperti bank komersial, lembaga keuangan lain, dan uang tradisional yang diatur dan dipantau oleh bank sentral dan lembaga pemerintah lainnya, BTC dan jaringan Bitcoin beroperasi secara independen

Bitcoin tidak memerlukan lembaga atau badan pengatur untuk menjalankan sistem dan prosesnya. Bitcoin tidak memiliki otoritas pusat. Sebagai gantinya, Bitcoin berfungsi melalui transaksi pengguna ke pengguna (peer-to-peer atau P2P). Tidak ada antrean lama atau waktu pemrosesan yang lama seperti di bank dan lembaga penyedia jasa keuangan lainnya!

Transaksi dan kunci pribadi

Mari kita membahas transaksi bitcoin. Definisi transaksi adalah “perpindahan nilai antara dompet kripto.” Ketika Anda menarik dana dari ATM atau melalui aplikasi seluler, Anda mengonfirmasikan pengeluaran dananya dengan memasukkan PIN Anda. Transaksi BTC juga sama, tetapi sebagai pengganti PIN, Anda akan diminta untuk memberikan kunci pribadi.

Sama seperti PIN rekening bank Anda, kunci pribadi adalah informasi rahasia yang tidak boleh Anda bagikan dengan siapa pun. Kunci tersebut akan memberi Anda akses ke dompet Bitcoin Anda, serta memungkinkan dana Anda untuk digunakan, jadi berhati-hatilah agar kuncinya tidak sampai digunakan oleh orang yang salah! Kunci pribadi dapat disimpan di komputer pribadi atau server luar, tergantung dompet Anda.

Cara memperoleh Bitcoin

Ada banyak cara untuk memperoleh pecahan Bitcoin pertama Anda. Opsi yang Anda miliki mencakup penambangan, pembelian di marketplace mata uang kripto online, dan lain-lain. Mari kita bahas lebih lanjut kedua opsi tersebut.

Penambangan Bitcoin

Seperti halnya logam mulia bernilai tinggi yang dikenal sebagai emas, Bitcoin juga diperoleh melalui proses yang disebut penambangan. Akan tetapi, sama seperti mata uangnya sendiri, penambangan Bitcoin adalah proses yang sepenuhnya bersifat digital. Alih-alih menggunakan peralatan berat dan bahan kimia, para penambang Bitcoin menggunakan komputer dan peralatan bertenaga tinggi, perangkat lunak khusus, koneksi Internet yang kuat dan stabil, serta daya listrik yang besar.

Penambangan Bitcoin dianggap sebagai salah satu proses, atau satu-satunya proses, yang paling mahal untuk mendapatkan Bitcoin. Proses ini juga menggunakan algoritme yang sangat kompleks, yang nantinya diselesaikan oleh penambang. Perhitungan matematisnya bersifat rumit dan tidak dapat diselesaikan secara mental, sehingga membuat prosesnya mahal dan rumit.

Para penambang memperoleh imbalan untuk setiap blok yang berhasil diselesaikan atau dikonfirmasi di blockchain, tetapi persaingannya menjadi semakin ketat karena semakin banyak jumlah penambang kripto yang memasuki gua digital BTC. Jika Anda ingin melakukan penambangan BTC, pastikan untuk tidak melupakan sumber daya penambangan yang telah kami sebutkan sebelumnya. Selain harus menyiapkan banyak uang untuk membeli peralatan berkualitas terbaik, Anda juga harus bisa bersabar dan memiliki semangat untuk bersaing di pertambangan kripto!

Marketplace mata uang kripto

Jika Anda tidak ingin mencoba menjadi penambang Bitcoin, Anda masih tetap dapat membeli BTC di ribuan marketplace mata uang kripto online yang tersedia. Berikut adalah beberapa hal yang perlu Anda ingat ketika mencari platform bursa yang tepercaya:

  • Fitur keamanan yang andal

Karena dana BTC dan informasi pribadi Anda bisa berpotensi dicuri, maka sebaiknya Anda harus mencari platform yang memiliki fitur keamanan berlapis seperti autentikasi dua faktor (2FA).

  • Batasan geografis

Sebagian negara dan yurisdiksi menerapkan batasan karena masih belum memperbolehkan penggunaan Bitcoin. Cari platform yang memungkinkan Anda untuk memaksimalkan nilai aset digital Anda!

  • Likuiditas aset

Carilah bursa yang memungkinkan Anda mengonversi BTC menjadi mata uang fiat yang Anda inginkan tanpa susah payah. Ya, ini bisa dilakukan. Ada banyak yang bisa Anda temukan di web.

  • Biaya transaksi

Biaya untuk membeli, menjual, menyetor, atau menarik BTC bisa bervariasi di setiap bursa, jadi carilah biaya yang paling rendah.

  • Keaslian dan reputasi platform

Teliti dan pastikan keabsahan perusahaannya. Anda dapat mencari di web dan menghubungi perusahaan melalui email atau panggilan telepon.

Mungkin terasa begitu merepotkan, tetapi ini adalah faktor penting yang perlu Anda pikirkan sebelum memasuki pasar kripto. Percayalah, Anda tidak akan menyesalinya. Anda mungkin malah merasa bersyukur karenanya. 

Tempat menyimpan Bitcoin

BTC adalah uang digital. Uang ini tidak memiliki representasi fisik dan hanya ada berkat bantuan teknologi. Tidak ada BTC dalam wujud kertas maupun koin yang bisa disimpan di dompet fisik Anda. Sebagai gantinya, Anda menggunakan sarana penyimpanan yang disebut dompet Bitcoin.

Dompet Bitcoin atau dompet digital adalah sarana penyimpanan yang unik dan aman. Sama seperti jaringan mata uang kripto, dompet ini juga turut memanfaatkan teknologi blockchain. Yang membuatnya menarik adalah, Anda dapat menggunakan dompet untuk banyak hal selain menyimpan dana Anda. Jika Anda menggunakan dompet Bitcoin seluler, Anda juga akan dapat menerima BTC dari dompet lain, mengirim dana atau menyelesaikan pembayaran, dan memeriksa saldo Anda secara realtime.

Ada banyak jenis dompet mata uang kripto yang tersedia, tetapi umumnya terbagi dalam dua kategori utama: 

  • Hot walletdompet penyimpanan yang dapat diakses melalui koneksi Internet. Jenis dompet tersebut meliputi dompet web dan dompet seluler. 
  • Cold walletperangkat fisik yang tidak memerlukan akses Internet. Contohnya adalah dompet perangkat keras, dompet desktop, dan dompet kertas. 

Sebagian marketplace pengguna ke pengguna dan bursa online, seperti Paxful, menawarkan dompet Bitcoin gratis setelah membuat akun. Seperti yang telah kami sampaikan, sangat mudah sekali bagi Anda untuk mulai menggunakan BTC!

Jika Anda membuat tanda tangan dengan pulpen dan kertas ketika menyelesaikan transaksi di bank dan lembaga keuangan lainnya, maka transaksi Bitcoin menggunakan tanda tangan digital. Tanda tangan tersebut merupakan tanda kriptografi dan menjadi “bukti matematis” bahwa BTC berasal dari pemilik dompet dan tidak berasal dari orang lain. Tanda tangan digital juga memungkinkan Anda untuk mengetahui apakah BTC telah berhasil dikirimkan ke orang lain.

Meskipun semua orang yang berada di jaringan dapat melihat kecocokan tanda tangan Anda dengan transaksi Bitcoin tertentu, orang lain tidak akan bisa mencari tahu kunci pribadi Anda. Bitcoin menggunakan proses dan fitur yang sangat kompleks serta sulit ditembus, jadi Anda tidak perlu merasa khawatir dana Anda dicuri, asalkan kunci pribadi Anda hanya bisa diakses oleh Anda sendiri!

Apa fungsi Bitcoin?

Pada awalnya, Bitcoin hanya digunakan dalam pembayaran langsung, berbiaya murah, dan tanpa batas. Namun, seiring dengan semakin banyak jumlah penggunanya, orang-orang di seluruh dunia dan beragam industri yang ada perlahan mulai menemukan potensi daya guna Bitcoin. Daya guna tersebut meliputi:

  • Pembayaran untuk pembelian sehari-hari
  • Sumbangan untuk inisiatif amal
  • Memupuk kekayaan
  • Mentransfer uang dari satu negara ke negara lain
  • Hadiah untuk teman dan keluarga Anda

Anda dapat melakukannya dengan beberapa klik di dompet Bitcoin seluler Anda, kapan saja dan di mana saja. Kenyamanan dan efisiensi akan hadir!

Membeli atau tidak?

Setelah memaparkan semua informasi yang ada, mulai dari apa itu Bitcoin hingga cara kerjanya, kami yakin Anda mulai tidak sabar untuk melihat apa lagi fungsinya (kecuali jika Anda sudah mencobanya sendiri). Sekadar mengingatkan, informasi ini hanya sebagian kecil dari ranah pengetahuan mata uang kripto yang luas. Masih ada banyak hal yang belum ditemukan di ranah kripto!

Siap untuk memulai? Mulai pelajari Bitcoin dan awali perjalanan mata uang kripto Anda!